Sandiaga Uno Apresiasi Terbitnya Majalah Ceo Berkemasan Innovasi dan Berkelas




CEONETWORK.ID | Jakarta – Telah lahir kembali di dunia media cetak untuk meramaikan dunia informasi publik di Indonesia. Majalah CEO, yang dulu dirintis tahun 2012 sempat terhenti beredar hingga tahun 2016, dan kini hadir kembali dengan kemasan baru.


Menurut Pimpinan PT. Media Praga Nusantara Monique Rosaline Wowiling, majalah CEO yang kembali diterbitkan ini mempunyai motto ‘Innovative dan Berkelas’. “Edisi terbaru ini telah merubah desain dan tampilan yang lebih full colour dengan kemasan baru yang enak untuk di lihat dan di baca, terutama untuk kaum muda profesional (millenial), kita ikuti perkembangan jaman, dunia majalah hampir ditinggalkan oleh pembacanya akibat maraknya media online, maka dari itu kita harus lebih innovative dan menarik minat untuk di baca, terutama bagi kaum millenial. “Jelas Monique dalam siaran pers nya di jakarta, kamis (7/11/2019). 


Sementara menurut pemimpin Redaksi Bernadus Wilson Lumi, majalah CEO hadir untuk melayani permintaan pembaca. Dikatakannya, meski sempat terhenti akibat maraknya bermunculan media online, maka edisi tahun ini, tepatnya bulan November 2019, CEO kembali diterbitkannya dengan kemasan baru dan dengan tim redaksi yang profesional. “Kita juga sudah membentuk biro daerah yang tersebar di 10 provinsi, itu kami lakukan agar bisa dinikmati oleh mereka yang ada di daerah, karena di dalam majalah ini terdapat rubrik khusus daerah, yaitu ‘profile’ dan ‘destinasi’. “kata wartawan senior dari Manado ini.


Dipaparkan Bernadus, edisi perdana tersebut masih untuk kalangan terbatas dan akan dibagikan gratis ke dunia usaha dan pemerintah. Lebih dari itu, isi beritanyapun ditampilkan sosok pengusaha muda yang mempunyai prestasi di dunia usaha dan aktivis pergerakan yaitu Wibisono yang sempat menjadi sorotan publik dalam melakukan berbagai terobosan melalui karya-karya nya.


Catatan Peserta FGD Yang Bukan Orang Jambi “Ada alasan tersendiri kami mengisi profile Wibisono, karena dia sosok motivator yang kerap menulis, selain itu dia juga orang yang kritis sebagai pengamat militer, pangan dan kebijakan publik. “Ucap Bernadus

Post a Comment

أحدث أقدم